Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

BEBERAPA JENIS PENYAKIT JIWA

Stress

Stres adalah suatu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis. Biasanya stres dikaitkan bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Akan tetapi karena pengaruh stres tersebut maka penyakit fisik bisa muncul akibat lemahnya dan rendahnya daya tahan tubuh pada saat tersebut.

Banyak hal yang bisa memicu stres muncul seperti rasa khawatir, perasaan kesal, kecapekan, frustasi, perasaan tertekan, kesedihan, pekerjaan yang berlebihan, Pre Menstrual Syndrome (PMS), terlalu fokus pada suatu hal, perasaan bingung, berduka cita dan juga rasa takut. Biasanya hal ini dapat diatasi dengan mengadakan konsultasi kepada psikiater atau beristirahat total.

Neurosis

Neurosis, sering disebut juga psikoneurosis, adalah istilah umum yang merujuk pada ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress, tapi tidak seperti psikosis atau kelainan kepribadian, neurosis tidak mempengaruhi pemikiran rasional. Konsep neurosis berhubungan dengan bidang psikoanalisis, suatu aliran pemikiran dalam psikologi atau psikiatri

Psikosis

Psikosis merupakan gangguan tilikan pribadi yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut. Psikosis adalah suatu kumpulan gejala atau sindrom yang berhubungan gangguan psikiatri lainnya, tetapi gejala tersebut bukan merupakan gejala spesifik penyakit tersebut, seperti yang tercantum dalam kriteria diagnostik DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) maupun ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases) atau menggunakan kriteria diagnostik PPDGJ- III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa). Arti psikosis sebenarnya masih bersifat sempit dan bias yang berarti waham dan halusinasi, selain itu juga ditemukan gejala lain termasuk di antaranya pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat. Oleh karena itu psikosis dapat pula diartikan sebagai suatu kumpulan gejala/terdapatnya gangguan fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi dan hubungan antara individu dengan lingkungannya.

Syndrom

Sindrom, dalam ilmu kedokteran dan psikologi, adalah kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis, tanda-tanda, simtoma, fenomena, atau karakter yang sering muncul bersamaan. Kumpulan ini dapat meyakinkan dokter dalam menegakkan diagnosa.

Istilah sindrom dapat digunakan hanya untuk menggambarkan berbagai karakter dan gejala, bukan diagnosa. Namun terkadang, beberapa sindrom dijadikan nama penyakit, seperti Sindrom Down.

Kata sindrom berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berlari bersama”, seperti yang terjadi pada kumpulan tanda tersebut. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk kumpulan tanda klinik yang masih belum diketahui penyebab. Banyak sindrom yang dinamakan sesuai dengan dokter yang dianggap menemukan tanda-tanda itu pertama kali. Selain itu dapat juga diambil dari nama lokasi, sejarah, dan lainnya.
Sindrom dan keadaan terkait

Pyromania

Pyromania adalah sejenis mania di mana muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya. Penderita pyromania (atau biasa disebut pyromaniak) berbeda dengan para pembakar gedung (arson), pyromaniak juga berbeda dengan mereka yang menyulut api akibat psikosis, demi kepentingan pribadi, moneter, maupun politik, atau sebagai tindakan balas dendam. Pyromaniak menyulut api demi merangsang euforia, dan sering kali tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian api, seperti pemadam kebakaran.

Simtoma

Simtoma atau simtom dalam penyakit adalah cara untuk melakukan pengindikasian keberadaan sesuatu penyakit atau gangguan kesehatan yang tidak diinginkan dengan melalui gejala, tanda-tanda atau ciri-ciri penyakit yang dapat dirasakan seperti perasaan mual atau pusing, akan tetapi dalam hal ini tidak termasuk didalam pengertian karena halusinasi atau delusi, cara melakukan pengindikasian ini bertumpuk pada diri pelaku, bukan hasil dari pengamatan yang dilakukan berdasarkan pemeriksaan kedokteran.

Penggunaan lain simtoma juga terdapat dalam politik dimana artinya adalah melihat sebagai akar dari sesuatu permasalahan.

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
Lima tahap mendiagnosis psikopat

1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

[sunting] Gejala-gejala psikopat

1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
5. Sikap antisosial di usia dewasa.
6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar — bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”.
11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

Skizofrenia

Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin, yang menyebabkan permasalahan pada fluida cerebrospinal.

Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.

75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.

Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Gejala

Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:

1. Gejala-gejala Positif
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
2. Gejala-gejala Negatif
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan stres post-traumatik. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.

Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.

Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.

Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.

Kleptomania

Kleptomania (bahasa Yunani: κλέπτειν, kleptein, “mencuri”, μανία, “mania”) adalah penyakit jiwa yang membuat penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga, seperti mencuri gula, permen, sisir, atau barang-barang lainnya. Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya.

Depresi

Penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa. Pada beberapa kasus, kleptomania diderita seumur hidup. Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid atau borderline personality disorder.Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatik dan keracunan karbon monoksida.

Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.

Penyebab suatu kondisi depresi meliputi:

* Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin
* Faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi sosial
* Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya

Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV – Text Revision (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika: A. Lima (atau lebih) gejala di bawah telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang; sekurangnya salah satu gejala harus  emosi depresi atau  kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.

1. Keadaan emosi depresi/tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misal: rasa sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misal: terlihat seperti ingin menangis).

2. Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)

3. Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan (misal: perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan)
4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari

5. Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif akan kegelisahan atau merasa lambat)

6. Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari

7. Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak wajar (bisa merupakan delusi) hampir setiap hari

8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau sulit membuat keputusan, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)

9. Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri

Gejala-gejala tersebut juga harus menyebabkan gangguan jiwa yang cukup besar dan signifikan sehingga menyebabkan gangguan nyata dalam kehidupan sosial, pekerjaan atau area penting dalam kehidupan seseorang.

Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien, namun biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi atau konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat serta dukungan spiritual juga sangat membantu dalam penyembuhan.

WIKIPEDIA

About these ads

7 June 2010 - Posted by | Cuap-Cuap |

79 Comments »

  1. boleh minta bantuan utnuk mengirimkan info tempat2 rehabilitasi sukarela untuk penyakit jiwa?karena saya punya tante yg depresi berat,tapi tdk mempunya biaya untuk rawat di RSJ.saya tinggal di bandung.terimakasih perhatiannya dan saya mohon bantuannya.terimakasih

    Comment by khai | 15 June 2010 | Reply

    • Anda bisa menghubungi PJS (Perhimpunan Jiwa Sehat) yaitu sekumpulan Orang Dengan Masalah Kejiwan, para keluarga, paramedis, dan masyarakat yang peduli. Kegiatan kami adalah melakukan club sharing dari rumah ke rumah setiap minggu, theraphy di kantor kami PJS di asem gede, jakarta timur.
      Untuk jelasnya bisa kontak Yeni Rossa Damayanti 0815 8739082 atau Astina 0815 115 89407 atau saya sendiri Ninik 0812 883 26225

      Comment by ninik sellang | 15 November 2011 | Reply

    • Saya sarankan coba datangi “yayasan pondok lali jiwa raga”
      Info lebih lanjut bisa dilihat di FB ” Yayasan Pondoklalijiwaraga Spesialisgangguanjiwa ”
      terima kasih

      Comment by H. Ali Misno | 23 February 2013 | Reply

  2. salam kenal…semangat….

    thanks… di tunggu kunjungan baliknya…

    happy writing

    Comment by finance charts | 15 June 2010 | Reply

  3. wew penyakit jiwa…

    Comment by asa | 17 June 2010 | Reply

  4. [...] BEBERAPA JENIS PENYAKIT JIWA [...]

    Pingback by ..[aDa ApA dgN JiwA].. « My Happines and Sadness in My Days… | 25 November 2010 | Reply

  5. salam kenal,,,,… aku pingin tanya….aku termasuk orang yang mudah emosi,, terkadang saat aku marang atau emosi, aku lebih suka mengkhayal didalam otak ku aku seakan2 membunuh memotong orang yang membuat aku jengkel atau marah,, lau udah kayak gitu aku aku menikmati khayalan ku…. itu sering terjadi… sampai aku takut sendiri dengan diriku sendiri… terkadang aku merasa ada 2 jiwa yang ada dalam diri ku…. bahkan dulu aku pernah sempat hampir membunuh ibu ku sendiri…. kalau mengingat hal itu aku sedih… aku juga sempet ke psikolog,,, aku menceritakan hal tersebut tapi itu katanya hanya strees…. lah hal yang aku takutkan kalau suatu saat hal yang aku khyalkan membunuh memotong orang itu benar2 terjadi, diluar kendali itu yang aku takutkan…. apakah aku bisa dikatakan psikopat???

    Comment by richo | 9 January 2011 | Reply

    • Salam kenal juga sdr richo…
      Hal yang anda alami yaitu merasa memiliki 2 jiwa atau 2 kepribadian pasti akan di alami juga oleh setiap insan manusia.
      Dikarenakan manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda dalam satu jiwa.. banyaknya permintaan kebutuhan tersebut yang kadang mempengaruhi kondisi kejiwaan kita.. karena kita ditekan dan dituntut untuk memenuhi keinginan tersebut.
      hal tersebut wajar dan ada masa nya.
      Tapi hanya sebatas merasa punya 2 pribadi yg berbeda.
      untuk khayalan anda tentang pembunuhan, itu merupakan dorongan emosional yang sangat tinggi dan mungkin terpendam dari kemarahan dan keputus asaan anda dalam memenuhi tuntutan hidup.
      itulah gejala umum stress pada manusia, saya sarankan anda lebih banyak beraktivitas, dan jalani hidup dengan senyuman dan bahagia. Jangan bnyak merenung, dan malamun, karena di pikiran yang kosong, permainan emosional kadang akan selalu menang…
      semoga anda selalu dalam lindungan-NYA..
      amiin..

      Comment by Saeful Kamal | 18 January 2011 | Reply

  6. Saya punya teman imajinasi. saya tdk suka bersosialisasi, dan saya hampir tdk punya teman, saya dgn keluarga juga tdk begitu dekat.
    Saya senang jika teman imajinasi saya itu datang saat saya butuh dy, dan saya merasa tenang.
    Tp kadang saya juga pnh meluapkan emosi saya dengan marah2 atau melakukan sesuatu yg kasar tp tdk membahayakan, setelah itu saya langsung tenang.
    Tp saya merasa saya tdk sakit jiwa. Krn saya sadar melakukan hal itu.
    Apakah saya tergolong org dgn skizofrenia?

    Comment by uname | 20 February 2011 | Reply

  7. Apakah korban obsesi seseorang bisa. Membuat ia berkelainan. Jiwa?

    Comment by radianti astrid | 26 February 2011 | Reply

  8. sudah hampir 3 bulan ini saya mengalami tekanan perasaan yang cukup menyiksa diri saya, saya selalu merasa bahwa sebentar lagi saya akan mati, lalu membayangkan kelak nanti saya menjadi bahan pembicaraan orang dan hal-hal lain yang menyangkut kematian, padahal tidak ada yang pernah tahu kapan seseorang itu akan mati. Saya tersiksa dengan perasaan seperti ini, semua pikiran saya adalah tentang kematian sampai saya googling ini itu juga tentang hal yang sama. Apakah ini termasuk gejala kejiwaan juga? mohon petunjuknya apa yang harus saya lakukan. Thanks.

    Comment by nenk | 9 March 2011 | Reply

  9. semenjak sy dr pemakaman saya mengalami tekanan perasaan yang cukup menyiksa diri saya, saya selalu merasa bahwa sebentar lagi saya akan mati, lalu membayangkan kelak nanti saya menjadi bahan pembicaraan orang dan hal-hal lain yang menyangkut kematian, padahal tidak ada yang pernah tahu kapan seseorang itu akan mati. Saya tersiksa dengan perasaan seperti ini, semua pikiran saya adalah tentang kematian sampai saya googling ini itu juga tentang hal yang sama. Apakah ini termasuk gejala kejiwaan juga? mohon petunjuknya apa yang harus saya lakukan. Thanks.

    Comment by hatta | 6 April 2011 | Reply

    • saya selalu saja punya perasaan takut mati saya selalu ingat akan dosa2 saya ini sudah sering terjadi dari saya smp skrg saya sudah menikah dan mempunyai 3 anak tetapi perasaan itu tetap saja selalu datang terkadang membuat saya panik …apakah ini termaksud sakit kejiwaan dan bagmn cara mengobatinya

      Comment by surya | 27 May 2011 | Reply

      • hmmmmmm,,mngkin anda blum trlalu terbuka dngn keluarga anda..mngkn ada m,asalah2 tertentu yang membuyat anda tertekan dan selalu memikirkan hal tersebut,,

        Comment by beatriks | 14 July 2011

  10. hmmmmm,,,q orangx low mrah ma orng lain,,q g akan lngsng mrah tpi q orngx sedikit pendendam…

    Comment by beatriks | 14 July 2011 | Reply

  11. the penyakit jiwa yang menyeramkan

    Comment by chikkuita | 20 July 2011 | Reply

  12. kalau ada remaja wanita dan dia memiliki 2 kepriadian.dia bernama dinnie dan ayou.sementara saya yakini sekarang dia hanya ada 1 orang.
    tapi saya hanya berhubungan melalui via telpon.jadi saya tidak bisa bertemu langsung.
    bagaimana menurut anda.?? trmakasih.

    Comment by lola baria | 3 October 2011 | Reply

  13. hiiii admin
    mau nanya nih,, dampak kelainan psikis terhadap perilaku manusia apa yah???

    Comment by Windhu Get Married | 14 October 2011 | Reply

  14. adik saya menderita gangguan jiwa dg ciri2 : tidak mau berkomunikasi dg org lain, malas makan dan minum, tidak mau beraktivitas, tidak bisa tidur, diajak berbicara tidak nyambung, lemas seluruh badan, kadang lupa dg anaknya. perawatan biasa kami lakukan di dokter spesialis KJ, dg direkam istilahnya, sebenarnya apa yang sakit dan apakah ada perawatan yang bisa menyembuhkannya? karena satu tahun ini sangat sering kambuh. saat kondisi sehat dia lupa pada kejadian saat dia kambuh.
    Mohon pencerahannya

    terima kasih

    Comment by Dhanik | 27 October 2011 | Reply

  15. apa yang harus di lakukan kalaw seteris di keranakan sakid hati makasi jawapan

    Comment by rumiyu.capriyu | 10 November 2011 | Reply

  16. PJS Perhimpunan Jiwa Sehat, adalah sebuah wadah dimana ODMK Orang Dengan Maslah Kejiwaan, para keluarga, paramedis dan masyarakat peduli berkumpul melakukan berbagai aktifitas untuk memperjuangkan ODMK mendapatkan hak menjadi sehat, mandiri dan produktif. Buka website kami http://www.jiwasehat.org dengan senang hati jika anda ingin bergabung dengan kami.

    Comment by ninik sellang | 15 November 2011 | Reply

  17. maap saya mau tanya… paman saya mengalami suatu gangguan jiwa. Paman saya bisa berbicara sendiri tapi terkadang dya normal kembali tapi kadang dya kumat. dan bilang sedang bicara dengan seseorang ? apa solusinya ia? nenek saya tidak mau dy dibawa ke rumah sakit jiwa. thx

    Comment by yumi | 9 January 2012 | Reply

  18. banyak yg ingin saya tnyakan krn sya mnui org yg mnurut saya tdk tau psti itu psikopat atau bkn. apakah ada alamt kontak yg bs saya hub slain blog ini?trimakasih

    Comment by coco | 30 January 2012 | Reply

  19. saya punya adik ipar yang beberapa tahun ini mengalami gangguan perilaku dan emosi, mudah tersinggung pada hal2 yg menurut saya sepele, anaknya memang keras kepala, suka membantah orangtuanya, menurut cerita ibunya waktu SMP pernah terlibat tawuran sampai terluka, setelah dewasa (usianya sekarang 32 th) muncul perilaku yg saya sebutkan diatas, pernah menghancurkan motor milik kakaknya dan TV di rumahnya karena diawali pertengkaran yg sebabnya kecil, saya amati orangnya tidak mau mengalah, apa yg dia inginkan harus ada dan terwujud, ini menjadi ketakutan saya dan keluarga yaitu jika terjadi gesekan dan menyebabkan dia tersinggung dikhawatirkan dia akan merusak barang berharga yg ada disekitarnya. pernah dilakukan pemeriksaan di sebuah rumah sakit di kota jogja, diagnosanya ada saraf yg terganggu cuma saya kurang jelas apa itu, diberi obat dan harus banyak istirahat/tidur, info tambahan pada masa remaja pernah minum minuman keras, suka keluar malam dan jika sudah di rumah yg dilakukan lebih banyak tidur, atau tiduran nonton TV, mohon penjelasan apakah ini termasuk salah satu penyakit jiwa, dan perilakunya yg membahayakan orang di sekitarnya cukup mengkhawatirkan apa yg seharusnya keluarga lakukan dalam menghadapinya ?

    Comment by tanti | 7 February 2012 | Reply

  20. hi namaku dewip, menurut aku pribadi psikopat itu adalah penyakit gangguan jiwa coz aku juga mengidap penyakit psikopat.. dan itu udah berlangsung lama bgt,, udah aku derita sejak aku umur 13 tahun, dan aku yang mengidap penyakit ini nyantai aja karena aku udah terbiasa dengan psikopat ku.. lagi pula ada obat yang selalu mendampingi aku tiap kali psikopat ku kambuh… dan psikopat bs disembuhkan dengan tahapan2 yang tepat salah satunya adalah dengan cara di ITC atau di kursi listrik.. termasuk metode yang cepat dan tanpa efek samping.. aku udah ngejalanin pengobatan ini… di rs rsal surabaya…… and it works.. guys…

    Comment by dewip | 11 February 2012 | Reply

    • Permisi.. Salam kenal ^^
      Langsung saja boleh?
      Usia saya baru 15th
      Tapi dr kecil saya sudah merasa saya berbeda. Saya merasa saya memiliki pikiran yg unik, dan itu tdk berubah. Kadang saya merasa marah, sedih, bahkan tertwa. Tapi tak pernah benar2 merasa begitu atau bahkan tak tahu melakukan itu untuk apa. Kadang saya bersikap seperti anak kecil, di satu sifat saya bisa bersikap layaknya orang dewasa. Kadang saya juga trllu brfikir dalam dg maslah sepele, dan juga terlalu mndalami perasaan org lain, seolah saya yg menderita. Saya juga merasa menderita kelainan sulit mmbedakan dunia hayalan dan nyata. Dimana saya jadi mersa ragu mnceritakan masa kecil karena tak tahu itu nyata atau hanya hayalan saya. Kadang saya merasa saya dapat mengontrol mimpi saya sendiri ktk tidur. Dulu saya sempat mmbuat hayalan teman kecil sendiri juga, dan itu benar2 membantu saya. Itu seperti saya yg lain yg bersifat positive, namun saya bukan anak yg pasif, saya trmsuk aktif dan cerewet. Tapi saya kerap down oleh hal2 sepele dan rutinitas biasa, dan kemudian jam bisa bangkit dan bersemangat berlebihan oleh hal lain. Saya juga merasa tak punya tujuan. Impian dan tujuan saya rasanya terlalu jauh d gapai, dan melihat kenytaan yg ada trllu merugikan untuk d jadikan prkrjaan. Saya trmasuk anak yg ceria, mmbntu masalah org, namun saya tak pernh bisa jujur mslah perasaan bhkan k diri saya sendiri. Saya juga merasa tak punya karakter tetap, kadang saya bersifat seperti dia, namun esokny berubah mnjadi mereka. Maaf saya jadi curhat begini, apa saya trmsuk penderita penyakit jiwa? Kalau iya apa namanya? Untuk masalah keluarga, saya selalu baik2 saja. Bahkan tak pernh ditentang, tapi saya sering mlampiaskan amarah kecil mnjd besar kpd org trdekat saya dan mudah bad mood walau saya rasa saya enjoy. Trims sblumny ^^

      Comment by darkelf | 16 May 2012 | Reply

      • hay darkelf.
        Salam kenal,apa yg terjadi dgn anda nyaris sama dgn apa yg saya alami,tapi rasanya apa yg terjadi dgn diri saya itu lebih parah.kadang saya tiba2 merasa sangat2 sedih,sangat marah,sangat kesal dan sangat2 putus asa,tp smua itu saya pendam tanpa saya lampiaskan dgn melakukan hal2 yg negativ.dan kalau sudah begitu saya tdk bsa tdur mlm dan slalu menghabiskan malam dgn menangis sampai berjam2.
        Saya slalu ada rasa takut yg berlebihan,khawatir,kecewa,bersalah,paranoid.semua sangat berlebihan.
        Dan saya juga tdk percaya diri.mudah tersinggung.dan kadang saya merasa bahagia sekali,bahkan kadang tertawa sendiri kalau sedang bermain dgn imajinasi saya.semua yg terjadi dgn saya tidak jelas apa penyebabnya,yg jelasnya saya menjadi seperti ini setelah menyaksikan pertengkaran org tua,penderitaan orang tua sampai perceraian org tua yg sampai mengorbankan masa dpn saya,setelah semua itu saya mulai mengalami hal2 yg aneh pada kepribadian saya.

        Comment by nenk nurha | 30 May 2013

  21. saya merasa sangat depresi karna keadaan kehidupan saya yg begitu sangat menyedihkan bagi saya..keadaan ini di karnakan saya belum juga mendapatkan kerja di umur saya yg menginjak 20 tahun..begitu banyak tekanan yg saya dapat bukan dari keluarga tp juga dari teman” dekat saya dan tetangga” saya..saya sering merasa sudah tidak sanggup menjalani hidup ini lagi..saya betul” minta saran dari kawan” atau motivasi” dr kawan” semua untuk mengobati penyakit saya..terima kasih sebelumx..Assalamu’alaikum wr wb..

    Comment by fandy | 20 February 2012 | Reply

  22. [...] :http://nuepoel.wordpress.com/2010/06/07/beberapa-jenis-penyakit-jiwa/ Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Tinggalkan [...]

    Pingback by SYCHO « Sy-Cho | 24 February 2012 | Reply

  23. trimakasih utk postingannya..
    saya blh minta alamat email atau no contact? saya ingin menanyakan terkait PJS (Perhimpunan JIwa Sehat).
    tolong di balas secepatnya penting bgt…
    terima kasih

    Comment by roselina | 16 March 2012 | Reply

  24. saya selalu merasa diteror oleh kematian dan membuat saya sulit tidur, saya tak bisa mempercayai orang dan sulit berkonsentrasi, saya juga kurang tanggap padahal anehnya secara akademik saya termasuk siswa yang pintar. berkali2 saya berfikir untuk bunuh diri, saya suka menyendiri dan saya takut malam, saya selalu merasa takut kalo saya tidur maka saya tak akan bangun lagi. apa yang saya derita? tolong penjelasannya. terimakasih

    Comment by Sasha April | 7 April 2012 | Reply

    • Kejadian kamu ampir sama kaia aku babe..
      Tpi skrng aku udah agaka baikan
      Cuma jelek nya skrng aku masih takut tidur….
      Btw ini email aku…
      Biar kita bisa sharing….
      Kalo di butuhin sieh lilalalu11@yahoo.com

      Comment by priska | 2 June 2012 | Reply

      • aku jga ngalamin yg sma kyak kamu .. smpe skrang msh blm bsa ngatasi nya . hidup jdi gak tenang ….

        Comment by resi | 25 September 2013

  25. Salam kenal…

    Saya merasa kurang percaya diri, apakah ini termasuk gejala kejiwaan?

    Comment by Iwan | 8 April 2012 | Reply

  26. saya sangat tertekan bngt dengn suamiku,apapun yg aq perbuat tak pernah dia ngerti ,kadang pikiran bunuh diri slalu ada dalam pikiranku,tertekan bngt aku..tp alkamdulilah aku slalu ingt si kecil ,tapi aku sangat tersiksa bngt..apakah aku mengalami gangguan jiwa..??

    Comment by belly | 13 April 2012 | Reply

  27. salam kenal, maaf saya mau bertanya : saya mempunyai kebiasaan melukai diri sendiri apabila sedang merasa tertekan. perasaan saya sangat sensitif tersinggung sedikit, saya akan langsung membenturkan kepala saya ke tembok atau mengambil silet dan mengiris nadi saya, melihat dan merasakan diri saya terlukai seperti mengurangi rasa bersalah saya. apakah hal ini termasuk penyakit jiwa? adakah obat”an yg dapat membantu? trims

    Comment by Disha candra | 13 April 2012 | Reply

  28. Thank’s infonya..kembali menganalisis diri dan orang disekitar.. :)

    Comment by Gista | 23 May 2012 | Reply

  29. ada yang tau link untuk video / film yang menceritakan tentang gangguan kepribadian paranoid? terima kasih..

    Comment by natilla arifin | 29 May 2012 | Reply

  30. Yang kamu rasain ampir sama yang kaia aku rasain…
    Cuma beda nya skrng aku udah agak lebih baik….
    Udah g terlalu mikirin hal yg jelek itu…
    Cuma kendala nya skrng aku masih takut tidur….
    Oh ya ini email aku…
    Sapa tw kita bs sharing lilalalu11@yahoo.com
    Nama aku priska

    Comment by priska | 2 June 2012 | Reply

  31. pacar saya sepertinya menderita paranoid,tp dia jauh di kalimantan,n tdk ada yg peduli,sementara sy dijakarta,apa di nunukan kalimantan timur,ada perhimpunan jiwa sehat? sy sangat khawatir pacar sy ga bs pulang ke jakarta krn bicaranya uda tdk nyambung,
    tks infonya

    Comment by mei | 22 July 2012 | Reply

  32. Artikel yang sangat menarik.. bisa menjadi bahan refrensi saya di Bidang Sudi saya…. (^_^)

    Comment by Afan | 10 August 2012 | Reply

  33. hai admin…
    Saya mw tnya ne…
    Smenjak Sya mengalami depresi,saya menjadi seorang yg mudah melamun, dan saya selalu mengurung diri,jika ada seseorang yg membuat saya jengkel,saya tdak melakukan perlawanan,hanya cukup memendam saja….
    Apa jenis penyakit jiwa ini???
    Dan Apakah ini berbahaya???trimakasih…

    Comment by ion | 6 October 2012 | Reply

  34. Salam kenal, mohon maaf saya numpang nanyak nich: saya adalah seorang laki-laki yang sulit mengungkapkan kronologi cerita yang sebetulnya saya alami dan apabila aku menceritakan suatu kejadian aq sering plin-plan pokoknya aneh … klo anda mengerti maksud saya tolong berikan saya solusi… karena hal ini sering membuatq down, merasa bersalah, depresi, dan takut untuk mengemukakan pendapat… sehingga aq menjadi orang yang pendiam tidak banyak bicara, padahal aq dihina-hina oleh orang lain, dicaci, bahkan aq juga pernah dijelek-jelekkan dengan sindiran-sindiran sehingga orang-orang melihatq sebagai orang yang aneh.. tp aq tetap diam dan berusaha tegar menghadapinya.. karena aq tidak ingin membalas hinaan dengan hinaan, dalam hatiq aq tidak ingin menjadi orang yang sama seperti mereka… aq tidak punya banyak teman.. aq selalu kesepian… aq juga tidak pernah memiliki teman spesial (seperti pacar) hingga umur saya 21 thn ini… karena tidak ada org yang bisa memahami dan menerima kekurangan yang aq miliki ini… mereka sepertinya menjauh dariq.. klo aq ngomong sama cewek yang aq suka aq sering gugup dan salah sikap.. pokoknya cupu banget.. padahal belum tentu cew itu suka sama aq,, saya juga trauma karena saya tidak bisa membela teman saya padahal teman saya itu benar… aq jadi merasa bersalah jika kejadian ini teringat,,, aq juga bermasalah dengan keluarga,,, orang tuaq selalu mengekang diriq dengan keinginannya sendiri seperti sekolah S2 dan jadi seorang dosen… sebetulnya saya sudah mensyukuri apa yang aq miliki dan terima ini, aq ingin menjalankan kehidupan ini dengan apaadanya tidak neko2.. tapi mau bagaimana lagi aq harus yankin klo mewujudkan keinginan ortuq itu benar.. memang sejak aq sekolah dasar sampai sma aq sering membangkan kedua ortuq dengan segudang prestasi2 yang aq capai.. tapi sebetulnya aq tidak bernafsu untuk meraih itu,,, tapi kekuatan itu sering muncul jika aq ingat wajah kedua ortuq.. tapi klo org tua aq maklumi meskipun aq selalu jengkel… kalau saudara2q mereka malah mengucilkan diri saya, mereka selalu mengejek2 diri saya dengan sindiran-sindiran, apalagi kakak ipar saya yang cewek. dia itu malah senang klo melihat aq muram, dikamar sendirian, lalu leluasa menghina2 aq,,, aq benci sama dia karena suaminya atau kakak kandungq sendiri sering memukuli dan memarah2i aq tanpa alasan sejak aq masih kecil sampai sekarang tapi anehnya dia punya banyak rekan2 karena mereka pintar bicara menurutq padahal aq malah yang lebih teraniaya dengan kelakuannya itu sama seperti istrinya (kakak iparq) dia itu seenaknya saja klo hidup,,, suka menjelek-jelekkan aq, selain itu aq juga sangat membencinya karena dia itu sering menunjukkan hal-hal yang sensual yang tidak baik dilakukan seorang wanita terhadap lawanjenisnya… jika dia melakukan hal itu terhadapq aq selalu cuek dan tidak menanggapinya… toh juga aq sudah sangat benci.. ya sulit menceritakan kesalahan2x karena aq yang selalu menemukan bukti2 atas firasat yang buruk terhadapnya sehingga membenarkan firasatq itu, tapi aq diam saja,,, cz manamungkin orang mengerti dengan ungkapanq ini.. aq juga sering berpikir ingin menendang perutnya lalu menamparnya sampai berdarah-darah agar dia tidak meremehkan aq klo aq bukan laki-laki yang lemah yang mudah ditindas… sampai-sampai terbawa dalam mimpi aq menyembelihnya (astaghfirullah..) tapi aq menyadari bahwa hal itu salah,, sehingga aq selalu membisikkan pada diriq sendiri untuk tidak melakukannya karena tidak ada untungnya.. tapi aq berusaha untuk bersabar menghadapi itu karena jika aq marah maka habis sudah orang itu,,, tapi aq trauma dengan sifat kemarahanku itu,, cz gara2 aq melampiaskan kemarahanq,, teman2 pada takut sama diriq dan menjauhi aq,, sehingga aq sll berperilaku lemah lembut dan sopan jika berhadapan sm org lain sampai-sampai ada beberapa orang berpendapat klo aq itu banci… lalu aq harus bagaimana agar apa yang aq lakukan itu tidak salah? tapi aq selalu ingat orang tuaq jika aq marah,,, karena aq tidak ingin membuat orang tuaq kecewa.. aq cinta kedua orang tua q aq ingin berusaha untuk sukses dan bisa memberikan kebahagiaan untuk mereka.. saya dulu pernah juga kena virus Gay/ homoseksual.. karena pas dulu saya pernah ngekos untuk kuliah,, saya satu kos dengan temanq, aq baru mengenalnya jadi aq sangat spesialkan temanq itu,, aq berperilaku lemah lembut dan sopan terhadapnya pokoknya aq menganggapnya seperti saudaraq sendiri.. bagiq memiliki teman yang setia merupakan salah satu hal yang wah bagiq… pertemananq itu bertahan sangat lama.. aq juga menuruti segala keinginannya yang aq mampu untuk lakukan, seperti mengerjakan laporan dan tugas-tugas kuliah,,, kalau tidak punya uang kadang aq pinjami namun dia juga mengembalikan uangq itu,, menurutq dia teman yang baik.. sampai-sampai dia meminta melayani nafsunya juga aq turuti.. karena aq tidak ingin kehilangan teman.. klo memang itu membuat aq bertahan berteman dengannya aq akan menjaganya.. yah!! cuma teman itu saja yang setia.. yang lainnya hanya berteman biasa saja klo ada perlunya… aq pokoknya tetap tidak punya banyak teman karena aq ini pendiam tidak banyak bicara,,, dan sulit untuk bersikap seperti senang mendengarkan cerita dari teman,, atau lainnya.. entahlah aq bingung harus menulis seperti apa… tapi jika aq merenungkan diriq ini betapa nista dan hinanya.. aq selalu berdoa disetiap selesai shalat dan diwaktu2 luang untuk memohon ampun pada Tuhan atas keburukan yang aq lakukan… bagaimana apakah aq ini merupakan orang yang aneh dan mengalami gangguan jiwa? sebetulnya karena aq sering menahan amarah pada akhirnya aq seperti lupa seperti apa marah itu,, seolah menanggapi cacian-caican dari orang lain seperti aq merasa tidak marah tetapi aq malah menangis dalam hati… tolong beri aq solusi?

    Comment by Tirta Permadani | 8 October 2012 | Reply

  35. se”org yg sllu menghyal tpy menghayalnya itu BUKAN krna mengrng karngn imajinasi ato ap gtu, dia it mendrita pnykit ap?

    Comment by faqih | 25 October 2012 | Reply

  36. salam kenal saya via..saya pengen bertanya tentang sifat suami saya..suami saya berumur 25 th,suami sya tiap hari kebiasaannya adalah berbicara kasar terhadap saya dan juga ibu saya terutama,suami sya juga sering memukuli sya…di kantor dan di manapun selalu berbohong dengan menyombongkan dirinya padahal sebenarnya yang dia banggakan itu tidak ada kenyataannya…setiap dia kerja di manapun selalu dikeluarkan karena gemar melawan atasan..sifat lainnya gemar menghina orang lain..menebar fitnah dimana2..gemar berbohong,mengarang cerita,mengaku sok hebat,tidak pernah merasa bersalah sma sekali padahal kenyataannya dia yang salah..senang melakukan pelanggaran dan menganggap pelanggaran itu hal yang sepele..suka menyakiti hewan..dan dulu dia juga pernh di penjara karna berbagai kasus..kakak nya pun memnggilnya buronan..dia selalu membanggakan diri klo dulu dia pernah membunuh orang.memotong telinga orang dll…

    Comment by Vera Avianda Rachman | 27 October 2012 | Reply

    • kamu intropeksi aj… kalau membaca posting km ini kamu pgn dpt simpatik.

      Comment by sa jing go | 29 October 2013 | Reply

  37. Hay Semua….
    Aku adalah anak korban BrokenHome.
    Ibu&Ayah q bercerai saat usia q 3thn.
    Tak lama Ibuku pindah kekampung halamannya.
    Disana Saya slalu Diam saja dikamar.
    Hingga 6 bulan kemudian Nenek saya memperkenalkan saya pada Cucu Laki2 sahabatnya yg tinggal didepan Rumah Kami.
    Awalnya aku bersikap datar padanya.tapi,tak lama aku bisa menerimanya sbg sahabatku.
    Tapi,Saat Usiaku 8thn dia pergi…
    Aku kesepian…
    Aku Cuma punya dia…
    Dan bahkan sampai sekaran Aku belum bisa melupakan dia….
    Usiaku sudah 12thn,tapi masih sulit berteman….
    Aku terlalu tertutup,pemalu,sulit Bersosialisasi,Walaupun jarang marah aku sering Membentak orang yg membuatku jengkel dan kesal,aku slalu berfikir akan lebih baik semua yg membuatku jengkel Mati saja….
    Aku juga penderita Insomnia….
    Aku Sering memiliki fantasi bahwa aku adalah seorang Princess….
    Princess yg bisa mendapatkan apapun yg aku mau….
    Aku slalu Ingin Hidup sendiri didunia ini tanpa siapapun kecuali Sahabat kecilku……
    —————————
    Jadi,apakah aku penderita salah satu penyakit diatas?

    Comment by Lee Eun Jae/Jae Eun | 4 November 2012 | Reply

    • mungkin tidak, kamu hanya perlu merubah dirimu jadi lebih baik.

      Comment by hesti | 31 December 2012 | Reply

  38. suasana kehidupan modern telah banyak berpengaruh terhadap semua orang,
    tuntutan materi, masalah keluarga, pekerjaan dan lainnya biasanya menghimpit dan menekan begitu luar biasa, itu juga yang sangat berpengaruh terhadap kejiwaan seseoran, mudah marah, stress, depresi telah menjadi hal biasa saat ini. mungkin kita harus lebih mempertebal iman dan taqwa sebagai solusinya :-),

    Comment by nayla | 2 January 2013 | Reply

  39. assalamu’alaikum wr.wb…..
    sya mw nnya ,, sya sring menghayal tentang sesuatu yang sya ingn kn,,atw sesuatu yg sya takuti, dan sya selalu terbawa oleh hayalan saya itu,, sampai2 kdang sya triak klo ngebayangin hal2 yg sya takuti,,kira2 itu gangguan jiwa bkn yaa ??

    Comment by nindyavirginablog | 2 January 2013 | Reply

  40. Salam kenal..
    saya punya kakak perempuan yang mungkin lagi mengidap gangguan jiwa..
    kejadiannya sekitar 1 tahun yang lalu dia cerai dengan suaminya dan anaknya satu-satunya dibesarkan oleh mantan suaminya.
    Pada awalnya kakak saya ini bisa menerima kondisi ini, tapi lambat laun dia sering marah-marah dan menuduh kami yang tidak2. Bahkan dia sampai keluyuran keluar rumah sendiri mencari rumah sanak famili kami dan membuat kegaduhan di rumah famili dengan tuduhan2 yang tidak beralasan.. sampai kami semua merasa sangat terganggu.
    Kemudian dia kami masukkan ke yayasan penyembuhan mental selama lebih kurang 8 bulan..
    Tiap kami berkunjung menjenguknya, dia selalu minta dibawa pulang rumah (ikut kami pulang)
    Tapi karena kondisinya yang masih 50:50, kami bingung dengan permintaannya karena dia masih mengungkit masa lalunya, bahkan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti ayah kami masih hidup (padahal ayah kami sudah wafat beberapa tahun yang lalu)
    Terakhir karena atas permintaan famili kami, kakak saya ini dibawa pulang rumah dengan janji dia akan istirahat di rumah dulu sambil bantu mama urus rumah.
    Sudah berjalan 2 bulan, malah dia minta pulang ke rumahnya yang dulu sebelum bercerai padahal kami sudah berulang menceritakan kisah perceraiannya dan menasehatinya untuk memulai lembaran hidup baru.
    Kondisi sekarang dia malah sering marah2 lagi seperti dulu.
    Sebagai keluarga, kami seharusnya bagaimana menghadapinya ya?

    Comment by Agus Salim | 9 January 2013 | Reply

  41. bgaimana cara menghadapi org dgn tipe psikopat????y lbh susah jika dia suami kita

    Comment by yuni | 30 January 2013 | Reply

  42. setelah saya baca artikel diatas, saya penasaran tetang skizofrenia, gejala dan cirinya sama dengan yang saya alami, apalgi di perkuat dengan sekarang ini saya mengalami gangguan pada tiroid (walaupun tiroid dapat di picu oleh berbagai macam kasus) tapi saya takut dengan keadaan ini,saya mau sembuh, sedangkan di daerah saya tidak ada ahli psikiater jadi bagaimana saya harus menyembuhkan kasus saya ini, saya sudah punya 2 orang anak saya takut dampakx nanti bisa mereka rasakan ,timakasih.

    Comment by Sarina Natalin | 23 February 2013 | Reply

  43. Apakah remaja yang memiliki kebiasaan menyukai atau mencintai suami orang lain itu bisa dikatakan penyakit jiwa?

    Comment by Diani | 1 April 2013 | Reply

  44. apa nama penyakit yang merasa selalu benar dan mempunyai tingkah seperti anak kecil dan bagai mna cara menyikapinya?

    Comment by Revolindha Sri Armhalyche | 7 April 2013 | Reply

  45. Seorang istri yg sdh mengalami depresi dan minum obat penenang belasan taun,dan sering merasa tidak sanggup menjalani lebih lama lagi, merasa lelah,sdh berkali2 od,merasa bersalah terhadap suami,anak krn tdk dapat berfungsi sebagai istri dan orang tua yang baik, walaupun suami sdh mengerti dan menerima keadaan ini, ttp istri ttp menyalahkan diri sendiri, dan dlm pikiran sering untuk mengakhiri hdpnya, krn tdk berguna dan menjadi beban bagi suami, orang tua. Apakah ini membuat seorg yg depresi sering kali mencari masalah dgn tujuan untuk lebih menyakiti diri sendiri,dan masalah itu menjadi alasan untuk lbh berpikiran untuk menyiksa diri sendiri, dan mengakhiri hdpnya, apakah ini juga menjadi alasan agar org2 yg menyakiti hatinya di masa lalu, merasa bersalah krn telah membuat dia depresi, dan putus asa. Dengan catatan: sejak kecil tlh melihat dan mengalami peristiwa yg membuat sedih, juga sejak menikah telah mengalami banyak masalah dgn suami, keluarga mertua, sering kali berada di posisi yg terjepit,sehingga saat ini tdk dpt mengetahui keinginan sendiri, malas melakukan semua hal,tdk mengerti bagaimana sifat dirinya sendiri. Apakah hal ini sesuatu yg biasa terjadi n penanganannya bagaimana krn sdh putus asa, tdk menginginkan sesuatu?

    Comment by juliana | 22 April 2013 | Reply

  46. Salam kenal, mohon ijin untuk kami publikasi ulang,tks….

    Comment by karangrejo1975 | 30 April 2013 | Reply

  47. kenapa ya terkadang saya sering menghayal sesuatu dalam pikiran saya . Dan kadang saya sering berbicara sendiri tentang apa yg aku hayalkan it . Apa ini termasuk karena faktor depresi?

    Comment by andrian | 7 May 2013 | Reply

  48. saya nura.usia 16thn.saya mengalami depresi ,semenjak kejadian 7thn yg lalu,kejadian buruk yg berawal dari penderitaan ke 2 orang tua saya,pertengkaran ke2 orang tua saya,hingga berakhir pada perceraian orang tua saya.semenjak kejadian itu saya menjadi pribadi yg berubah2 karakter.dan lebh bnyak karakter yg negativ yang sering saya rasakan.memendam emosi berlebih,kesedihan dan kecewa berlebih.mempengaruhi aktivits sehari2,sering tertawa sendiri jika tanpa sadar bermain dgn imajinasi.dan msh bnyak lagi yg trjadi dgn saya.bgaimana caranya untuk memulihkan kembali kejiwaan saya ?
    Terimakasih.

    Comment by nenk nurha | 30 May 2013 | Reply

  49. saya suka marah pada benda yang tiba-tiba tidak bisa berfungsi, kadang membenturkannya ke tembok, ke ranjang, ke bantal, saya tonjok, kadang jika bisa saya lempar. nah itu penyakit apa yang saya derita BU/Pak, mohon infonya :)
    Terimakasih.

    Comment by hadimahirer | 20 June 2013 | Reply

  50. Saya awam dengan berbagai macam penyakit jiwa diatas, Kalau orang gila dijalanan itu apakah air ludahnya dapat menularkan penyakit gila yang diidapnya ? Terima kasih.

    Comment by Setyo Widodo | 11 July 2013 | Reply

  51. Sebelum parah seharusnya diberikan therapy, masih ada kemungkinan untuk sembuh.

    Comment by Soegiono | 18 July 2013 | Reply

  52. saya msih sekolah kelas 3 sma, saya bru menemukan artikel yg menerangkan kriteria seorang psikopat
    dan hampir 80% kriteria tersebut sesuai dengan kepribadian saya
    saya takut, apakah saya seorang psikopat
    dimanakah tempat saya bisa berkonsultasi tentang ini
    tolong berikan alamatnya,
    saya tinggal di daerah bogor

    Comment by dean | 19 July 2013 | Reply

  53. mkch…dah berikan solusi and artikel ni..mga ja saya cpt smbuh nd bsa hidyp normal lgi sprti biasa….ni berawal dri pemrkosaan and akhir x q jdi gila tnpa ada obat x …smoga q bsa ikhtiar and cpet smbuh sprti mnusia normal lain x.

    Comment by vanessa | 27 July 2013 | Reply

  54. saya mau tanya saudara sy ada yang tidak tertarik dengan orang nyata tetapi lbih tertarik dengan tokoh-tokoh fiksi.Dan hampir setiap hari dia menangisinya.Apakah itu juga merupakan penyakit kejiwaan?

    Comment by detha | 21 August 2013 | Reply

  55. apakah seseorang yang susah mengingat nama seseorang bahkan sudah berinteraksi lama dan juga suka lupa misal dengan barang apa saja yang dibawanya termasuk salah satu penyakit psikologi?

    Comment by susan | 2 September 2013 | Reply

  56. Salam sejaterah numpang lewat sambil nanya,,,, O’ya,,apakah suka tidur itu termasuk gangguan jiwa n thanx sebelumnya.

    Comment by tangan sewu | 11 October 2013 | Reply

  57. saya mau cerita,saya harus melakukan apa ya untuk tmn saya,dia suka marah2 kalo saya masukan hal positif,seakan2 ga terima,dia sampe punya banyak pacar hanya untuk kepuasan,sering kali berbohong demi kepuasan,kalo udah ketauan dia brbohong pun dia tetep cari alasan yg sebisa dia jwb demi kepuasan,dn ga mau mengakui stiap ksalahan.. saya jdi bingung hadapi org sperti itu,setelah aq baca keterangan yg diatas,ternyata dia termasuk penyakit psikopat..
    trims,tolong solusinya

    Comment by devi kuniasih | 31 December 2013 | Reply

  58. semoga kita dan keluarga kita selalu diberi kesehatan dan ketenangan. amiiin..

    Comment by sania | 15 January 2014 | Reply

  59. Err..sebelumnya salam kenal dr ruka.Emm..aku mau nanya nih,aku itu ktnya kasar n kyk gk berperasaan gtu!trus aku jga seneng ngoleksi video n gmbr2 mutilasi tnpa sensor.Blom lgi aku pernah hmpir ngebunuh musuhku sendiri n knp aku malah gk ngrasa bersalah sma skali.Blom lgi aku pernah ngedorong adek sepupuku dr lantai 2 n gk ngrasa bersalah malah dgn entengnya ngomong”gue gk peduli n gak mau pduli”ya emng sih aku kena pukul dr nenek.Trus jga aku suka nyayat tnganku pke cutter ampe berdarah coz aku sngat menyukai darah.Kta mamaku aku ini ada kelainan psikologis n tmen2 serta guru2 ku jga nyaranin aku ke psikiater.Aku pernah nanya ke tmen2 ku knp mereka bilang aku ada kelainan eh mereka malah bilang “coz gk ad cwek normal yg treak keren pas ada pembunuhan tnpa sensor!gk ada cwek normal yg kuat baca buku yg isinya bkin anak normal laennya mual!gk ada cwek normal yg suka jilatin darah nya sendiri!elo musti ke psikiater,ka!” gtu!jdi…aku ini apa bener ada kelainan?aku gk ngrasa bersalah sma skali pas nglempar kplanya tmen ku pke cakram n aku jga suka liat pembunuhan gtu,apa aku normal ?

    Comment by Arruka Dragneel UzuMaki | 25 January 2014 | Reply

  60. subhanallah

    Comment by Komala Dewi | 15 February 2014 | Reply

  61. Sy berusia 24 thn, sy dr kecil tdk mndapatkab ksh syg ortua, sy terlalu sering ribut dg ortua, sampai sy pernah mncoba bunuh diri saat msh SMP, dan bbrpa kali terulang setelahnya oleh sebab2 trkanan2 yg ada, apakah sy sakit jiwa?

    Comment by santi | 28 April 2014 | Reply

  62. assalamualaikum
    mw nanya gan,, dari kecil saya selau punya keinginan untuk menjaga barang barang,, bagi saya benda itu berharga.tapi bagi orang lain itu tidak berharga sama sekali. misalnya sebuah batu.atau kertas. saya membawa pulang dan menyimpan nya di sekitar rumah, atau di rumah. bagi saya itu sebuah kenang kenangan.. atau punya arti tersendiri. tapi saya tidak mencuri seperti kleptomia. intinya saya tidak mau kehilangan suatu benda yang mempunyai kenangan. menurut gmana tu? apakah ada salah dengan kejiwaan saya?

    Comment by niko | 11 May 2014 | Reply

  63. gan, saya ingin tanya. kenapa saya seperti tidak mengenal diri saya sendiri? saya bisa sangat merespon antusias terhadap sesuatu dan cenderung hiperaktif, tapi kemudian saya bisa sangat membenci dan melampiaskan kekesalan saya dengan menyakiti diri sendiri, kakak saya pernah menemukan saya pingsan di halaman rumah saya, dan setelah sadar saya tidak ingat apapun. kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi, dan saya sudah merasa frustasi akan hal itu. orang tua saya membawa saya ke-psikiater, dan saat saya tanya apa yang terjadi pada saya mereka tidak mengatakan apapun dan bilang saya hanya kecapean, tapi saya merasa kondisi saya lebih buruk dari itu. saya hanya ingin kehidupan normal saya. tolong solusinya gan, barangkali tahu apa yang terjadi pada saya. terima kasih.

    Comment by Kiki | 15 August 2014 | Reply

  64. salam kenal, maf nie mau tanya saya punya temen yg ditinggal sama pacarnya akibat kecelakaan yg menimpa mereka berdua, temen saya tuch masih suka ngomong sama ngeliat pacarnya yg sdh tdk ada kadang2 dia jga masih nunjukin tingkah laku seakan2 pacarnya itu masih hidup, dia juga kadang gak anggap orang disekitar dia ada cuma orang tertentu ajach yg dia liat, saya amat kasihan sama temen saya . ada gak sih cara tersendiri buat ngilangin penyakitnya itu .

    Comment by dewi | 27 September 2014 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers

%d bloggers like this: