Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

“Moal Kapok Mun Can Beunghar Mah…”

raziaLEMBARAN kertas rupiah tak pernah lekang jadi incaran orang, termasuk Diana (25 /bukan nama sebenarnya), warga Katapang, Kab. Bandung. Diana adalah seorang pekerja seks komersial (PSK). Di hari-hari biasa sebelum bulan puasa, ia biasa mangkal di sekitar Jln. ABC, Kota Bandung. Namun saat bulan puasa tiba, Diana pun menghormatinya dengan tidak membuka “praktik”.

Namun, desakan ekonomi menuntutnya turun ke lapangan, meskipun harus kucing-kucingan dengan Satpol PP dan polisi yang rajin melakukan razia. “Ya, tiga hari saya di rumah. Tetapi karena anak-anak butuh makan dan pakaian baru untuk Lebaran, terpaksa saya ke jalan lagi,” katanya di Mapolsekta Sumur Bandung, Jumat (28/8) malam.

Diana sudah berprofesi sebagai PSK sejak umur 18 tahun. Alasannya klasik, yaitu ditinggal pacar yang sudah menghamilinya dan desakan ekonomi.

Di luar bulan Ramadan, dalam semalam hingga dini hari, ia bisa membawa pulang uang Rp 300.000,00 – Rp 500.000,00. “Kalau bulan puasa gini, paling banyak dapat Rp 300.000,00. Uangnya untuk kebutuhan anak-anak, yang satu umur tujuh tahun dan satunya lagi delapan bulan,” ucapnya sambil menunduk.

**

MALAM itu, Diana baru saja tergaruk razia yang digelar Polsekta Sumur Bandung. Bersama tiga teman seprofesinya, ia diamankan dari tempat biasa mangkal di Jln. ABC Kota Bandung. Selain PSK, polisi juga mengamankan puluhan gepeng dan pengamen jalanan.

Saat diciduk, Diana yang telah memiliki dua anak itu baru beberapa jam “buka praktik”. “Baru juga dapat satu pelanggan, sudah ketangkep. Tadi saya kira konsumen, tahunya polisi. Saya tidak sempat lari,” ujarnya pula.

Itu bukan pertama kali ia diamankan polisi ataupun Satpol PP. “Sudah lupa yang ke berapa. Yang pasti sudah sering. Waktu pertama ketangkep memang takut, tetapi kesininya biasa-biasa saja. Moal kapok mun can beunghar mah,” katanya lagi.

Diana dan beberapa teman seprofesinya mengaku bakal tetap “berjualan” selama belum memperoleh pekerjaan yang halal. “Kalau saya tidak kerja seperti ini, siapa yang ngasih makan anak saya. Tetapi siapa sih yang mau mempekerjakan orang-orang seperti saya ini,” ucapnya dibenarkan tiga temannya. (Satrya Graha/”PR”)***

31 August 2009 - Posted by | Cuap-Cuap, Humor, Lintas Informasi | , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: