Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Kin Mati Sebelum Berkembang

KETIKA dibandingkan dengan smartphone mutakhir dari Nokia,RIM,ataupun Apple,Kin tampak seperti mainan anak-anak.Karena itu,Kin hanya laku sekitar 500 unit dalam dua bulan terakhir.

Saat Apple Inc berpesta karena mampu menjual 1,7 juta unit iPhone 4 dalam waktu hanya tiga hari setelah peluncuran perdana di Amerika Serikat (AS) pada 24 Juni 2010, Microsoft Corp harus menanggung duka mendalam. Penyebabnya, Microsoft harus menghentikan penjualan smartphone KIN. Padahal, KIN adalah smartphone pertama dari Microsoft, yang baru dirilis perdana di AS pada 6 Mei 2010 dan dipasarkan oleh operator seluler Verizon Wireless Inc.

Diduga, Microsoft menghentikan produksi Kin karena smartphonetersebut tidak laku. Business Insider Inc memperkirakan, volume penjualan Kin di AS dalam dua bulan terakhir hanya berkisar 500 unit.Ketika Market- Watch berupaya mengklarifikasi angka itu kepada Microsoft, juru bicara Microsoft Corp Brandy Bishop tidak membenarkan ataupun menyangkal perkiraan itu.

Kin tidak laku karena smartphone tersebut tidak bisa bersaing melawan produk-produk mutakhir para raksasa smartphone seperti Nokia Corp, Research In Motion (RIM) Ltd,dan Apple.Sebab ketika dibandingkan dengan smartphonesmartphonemutakhir dari Nokia, RIM, ataupun Apple, Kin tampak seperti mainan anak-anak.

Microsoft merilis Kin dalam dua tipe, yaitu Kin One dan Kin Two. Microsoft menyatakan Kin adalah smartphone yang mengutamakan fungsi jejaring sosial.Karena itu,Kin One dan Kin Two dilengkapi keyboard QWERTY, untuk memudahkan pengguna melakukan pengetikan. Kedua ponsel KIN tidak memiliki fitur terlalu jauh berbeda.KIN One berdimensi lebih mungil daripada Kin Two, karena Kin One menggunakan layar sentuh berukuran 2,6 inci,sedangkan Kin Two menggunakan layar sentuh berukuran 3,4 inci.

Perbedaan lainnya,Kin One dilengkapi kamera digital beresolusi 5 megapiksel, sedangkan Kin Two dibekali kamera digital beresolusi 8 megapiksel.Kin Two juga dilengkapi memori internal lebih besar daripada Kin One, yaitu 8 GB untuk Kin Two dan 4 GB untuk Kin One. Seperti smartphone-smartphone generasi mutakhir, Kin One dan Kin Two dilengkapi sistem navigasi satelit GPS (global positioning system). Namun demikian, kedua smartphone Kin ternyata tidak dilengkapi konektivitas Wi-Fi.

Ketiadaan Wi-Fi hanya salah satu dari serangkaian keganjilan pada Kin.PC World melaporkan,KIN juga tidak mendukung aplikasi klien IM (instant messaging) apa pun.Ini merupakan ironi besar pada KIN.Sebab sebagai smartphone jejaring sosial, Kin seharusnya mendukung sebanyak mungkin aplikasi klien IM. Lebih dari itu, Information Week menambahkan, Kin juga tidak mendukung layanan videosharing, termasuk layanan videosharing terbesar dunia YouTube. Alhasil, daya saing Kin pun turun apabila dibandingkan dengan smartphone-smartphonepesaing.

Akibat segala keterbatasan Kin, smartphone pertama Microsoft itu pun menuai berbagai kecaman. Sebagian bahkan menilai bahwa Kin tidak cukup ‘cerdas’ untuk disebut sebagai smartphone karena fiturnya terbilang sangat minim, apabila dibandingkan dengan smartphone yang umum beredar di pasar. Akibat segala keterbatasan Kin pula, smartphone pertama Microsoft itu tenggelam digilas para pesaing seperti keluarga Black- Berry dan keluarga iPhone.

”Microsoft akhirnya sadar bahwa Kin adalah kesalahan.Karena itu, Microsoft diam-diam membunuh Kin,” ujar analis firma riset Directions on Microsoft Matt Rosoff, kepada Reuters.

Guna mendongkrak volume penjualan Kin di AS,Microsoft dan Verizon sebenarnya sudah memangkas harga KIN. Dalam peluncuran perdana, KIN One dipasarkan dengan harga USD50 per unit dan KIN Two USD100 per unit. Karena penjualan KIN lesu, harga KIN One dipangkas menjadi USD30 per unit dan KIN Two menjadi USD50 per unit.Namun demikian, pemangkasan harga besarbesaran itu ternyata tidak membuahkan hasil.Akibatnya, Microsoft pun tidak punya pilihan lain kecuali mematikan KIN.

Firma riset Canalys Ltd bahkan menilai, sejak awal Microsoft sudah melakukan kesalahan besar ketika memutuskan terjun ke pasar smartphone dengan menyajikan diferensiasi berupa fitur jejaring sosial. Survei Canalys mengungkap, pengguna smartphone sesungguhnya tidak suka mengakses jejaring sosial menggunakan smartphone. Alasannya, smartphone tidak mampu menyuguhkan fitur jejaring sosial selengkap komputer. ”Produsen harus memahami, sukses ditentukan oleh kemampuan smartphone dalam menyajikan kemudahan akses fitur jejaring sosial yang paling sering dimanfaatkan pengguna,” ujar Senior Analyst Canalys Ltd Pete Cunningham.

Karena itu, Canalys menegaskan daya saing smartphone akan meningkat apabila dibekali fitur tambahan seperti IM, web browsing, dan multimedia seperti musik, video, dan game. Ironis, KIN justru tidak punya sebagian fitur kunci tersebut. Penghentian produksi KIN merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran oleh Microsoft. Pada Mei 2010, tokoh-tokoh kunci di belakang KIN,yaitu President Entertainment & Devices Division Microsoft Corp Robbie Bach dan Senior Vice President Design & Development Entertainment & Devices Microsoft Corp J Allard, juga sudah mengundurkan diri dari Microsoft.

Chief Executive Officer Microsoft Corp Steve Ballmer mengaku puas terhadap kinerja Bach dan Allard selama mereka bekerja di Microsoft. Namun demikian, muncul spekulasi bahwa Bach dan Allard dipaksa mengundurkan diri karena unit-unit bisnis yang mereka pimpin tidak kompetitif.

[okezone.com]

8 July 2010 - Posted by | Handphone |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: