Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Amerika Jadi Negara Ketiga di Ambang Pintu

Amerika Serikat dengan setiap takarannya amat tergantung pada statusnya sebagai negara Dunia Pertama. Pamornya itulah yang berperan besar menyelamatkan keberlangsungan Amerika sebagai negara adidaya mengingat Amerika dibebani dengan utang yang terus membengkak, terlibat dalam perang di berbagai bidang, produktivitas ekonomi menurun, dan fluktuasi mata uang yang liar, yang semua mengancam masa depan Amerika.

Kemungkinan Amerika akan menjadi negara ketiga cukup besar, jika kita menimbang beberapa fakta lapangan yang mengarah ke sana. Berikut tanda-tanda nyata Amerika tidak lagi akan menyandang negara super power ;

1. Terus Meningkatnya Pengangguran dan Kemiskinan
Pengangguran, kupon makanan, dan penyitaan rumah terus mencapai rekor tertinggi. Realitas buruk dari angka-angka tersebut baru-baru ini muncul ketika 30.000 orang mengajukan perumahan publik di East Point. Kerusuhan pecah, orang-orang pingsan karena hawa panas, dan polisi anti huru hara muncul untuk menangani kaum miskin yang marah.

2. Ketergantungan Ekonomi
Amerika Serikat mengakhiri tahun 2009 dengan utang berdasarkan rasio GDP sebanyak 85%, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Kecenderungan saat ini Amerika Serikat akan menyelesaikan tahun 2010 di angka 94% dan 2011 sebesar 98%. Tingkat 90% telah menjadi patokan break point IMF untuk negara-negara berkembang yang berharap mendapat jalan keluar dari utang. Jika beban utang pemerintah naik di atas 90% dari GDP, pertumbuhan ekonomi melambat sehingga pertumbuhan tidak lagi merupakan solusi untuk mengurangi utang itu. Utang yang Melebihi ambang batas juga menyebabkan lembaga lead credit rating agency Cina memotong peringkat kredit Amerika.

3. Penurunan Hak-Hak Sipil
Setiap hari kebebasan sering menjadi korban dari tatanan masyarakat yang hampir runtuh. Sebagaimana kemarahan rakyat sebagai tanggapan terhadap kondisi ekonomi yang terus menurun dan korupsi politik, pemerintah mengkonternya dengan meningkatkan tindakan represif yang membatasi hak-hak politik dan kebebasan sipil warganya.

Amerika akan menjadi negara seperti Cina, yang memiliki salah satu nilai kebebasan sipil terendah menurut Freedom House. Di Amerika, diskusi swasta dan gerakan dimonitor, kebebasan berbicara diberangus, kebebasan untuk berkumpul untuk protes harus dengan keputusan pemerintah, dan pemikiran independen yang mempertanyakan sistem politik semakin dipandang dengan kecurigaan. Indikator terakhir adalah ketika pemerintah menekankan pada kerahasiaan atas tindakannya sendiri, sementara undang-undang baru dan sistem yang dibuat untuk menempatkan individu di bawah pengawasan.

4. Meningkatnya Korupsi Politik
Kongres dan semua lembaga-lembaga utama menghadapi krisis kepercayaan yang tumbuh, di mana orang-orang yang percaya bahwa Kongres bekerja dengan baik mencapai prosentase terendah yaitu 11%. Sekarang tampak jelas untuk semua pengamat bahwa perusahaan-perusahaan besar secara langsung menentukan agenda di Washington – mirip dengan negara-negara korup Dunia Ketiga.

5. Militer Berpatroli di Jalan-Jalan
Munculnya negara dengan polisi militeristik adalah ciri dari sebagian besar negara-negara Dunia Ketiga, terutama di saat-saat keruntuhan ekonomi yang pesat. Amerika mendeklarasikan Perang terhadap Teror yang telah menciptakan ancaman konstan atas Keamanan Nasional yang memungkinkan bagi militer untuk ditempatkan di tanah Amerika. Membangun Perang terhadap Narkoba telah menciptakan sebuah fusi antara polisi militer dan lokal, di mana taktik dan senjata kelas militer digunakan terhadap warga negara Amerika dimana pelanggaran non-kekerasan diatasi dengan konfrontasi kekerasan. Pos-pos pemeriksaan militer bergerak lebih jauh ke pedalaman, jauh dari batas fungsi kontrol yang seharusnya, dan kehadiran militer meledak di kota-kota di Amerika.

6. Kegagalan Infrastruktur
Sebagaimana 46 dari 50 negara yang berada di ambang kebangkrutan, kota-kotanya akan menjadi gelap, jalan aspal akan kembali ke zaman batu, dan pemotongan anggaran nasional meninggalkan siswa tanpa guru. Ini adalah salah satu tanda umum yang terlihat ketika suatu negara berubah menjadi negara-negara Dunia Ketiga.

7. Hilangnya kelas menengah
Selama musim terakhir debat presiden, mereka berpendapat bahwa pendapatan keluarga kelas menengah adalah $250.000 per tahun. Yah, Sensus data menunjukkan kurang dari 15% keluarga yang berpendapatan lebih dari $100.000 per tahun, dan hanya 1,5% keluarga berpendapatan lebih dari $250.000 per tahun. Kesenjangan pendapatan antara kaya dan miskin telah meningkat dengan percepatan yang mengejutkan, sementara banyak orang kelas menengah telah bergabung dalam barisan orang miskin setiap hari. Kesenjangan pendapatan ini banyak ditemukan di negara Dunia Ketiga.

8. Devaluasi Mata Uang
Catatan Federal Reserve menyatakan nilai dolar AS telah menurun 96% sejak dimulainya Federal Reserve pada tahun 1913. Nilai dolar didasarkan pada pasokan dalam sirkulasi dan pada tingkat lebih rendah, permintaan uang itu sendiri. Selama tiga tahun terakhir, jumlah uang beredar telah menjadi duri. Dapat dikatakan bahwa dollar telah menjadi top ekspor Amerika sebagai mata uang dunia, eksport yang berlebihan akan menurunkan nilai dollar.

9. Mengontrol Media
Pemerintah yang memberlakukan sensor media merupakan komponen kunci dari negara-negara Dunia Ketiga. Di beberapa negara, media dimiliki oleh Negara. Di Amerika, media swasta tidak berimbang atau sangat berbeda seperti tampaknya; konsentrasi pemilik telah menyebabkan sensor ketika kepentingan nasional dan perusahaan kadang-kadang tumpang tindih. Penganiayaan terhadap wartawan investigasi WikiLeaks menjadi contoh kongkrit akan hal ini.

10. Kontrol Modal
Banyak negara telah memberlakukan kontrol modal guna mencegah runtuhnya ekonomi mereka. Paling baru-baru ini terjadi di Argentina dan Venezuela ketika mereka berusaha menjaga kekayaan yang tersisa. SEC telah telah mengadopsi kebijakan tersebut untuk memungkinkan dana pasar uang menunda penarikan dana selama krisis keuangan, sedangkan HIRE (HR 2487) meletakkan pembatasan modal Amerika pindah ke luar negeri. Beberapa ekonom menunjukkan bahwa utang nasional yang sudah begitu tinggi memaksa pemerintah merubah modal investasi swasta menjadi treasury Debt.

Kepada Amerika, Selamat datang di komunitas dunia ketiga!

(Sumber: Infowars)

25 August 2010 - Posted by | Lintas Informasi |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: