Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Kecanduan Berbohong ?

Pada awalnya, setiap orang terlahir suci dan tidak mengenal bohong.

Seiring dengan berjalannya waktu, seorang anak tanpa disengaja mulai belajar berbohong dari lingkungan misal, dari kakak yang berbohong yang menyebabkan dirinya dihukum, dari orang tua yang tidak menepati janji, meniru orang tua berbohong dsb.

Penyebab berbohong antara lain dapat disebabkan oleh keinginan anak untuk tidak mengecewakan orang tuanya, keinginan untuk menarik perhatian, keinginan untuk melindungi teman, takut dihukum atau trauma dengan kejujuran yang justru dihukum dsb.

Disinilah, keterampilan orang tua untuk mengajarkan kejujuran menjadi penting karena dapat tanpa disadari, orang tua justru menghukum anak yang bersikap jujur.

Misal : Ketika orang tua meminta si anak untuk bersikap jujur, apakah dirinya mengambil uang dari dompet orang tua. Pada saat si anak mengaku dirinya yang mengambil uang, si orang tua malah marah hebat. Padahal mengaku mengambil uang ( jujur) dan mengambil uang (mencuri) itu sendiri adalah dua hal yang berbeda.

Ketidak jelian orang tua untuk membedakan kedua hal tersebut dan reaksi orang tua yang kontraproduktif, dapat membuat si anak belajar bahwa bersikap jujur justru merugikan dirinya (mengakibatkan dirinya dihukum).

Yang seharusnya dilakukan orang tua adalah tetap menunjukkan bahwa mencuri itu adalah perbuatan tercela dan membuat orang tua kecewa (menghukum), tapi karena dia mau bersikap jujur maka untuk kali ini perbuatan tersebut dapat dimaafkan (menghargai kejujurannya).

Sama halnya pada waktu si adik yang dihukum saat si kakak yang pintar ngomong berhasil melempar kesalahannya ke adik. Jika Anda tidak yakin siapa yang bersalah, jauh lebih aman Anda mengatakan “Siapapun yang berbohong, apakah itu kakak atau adik, dia yang bersalah.”

Keberhasilan si anak melakukan kebohongan untuk terbebas dari hukuman, ataupun mendapatkan keuntungan dari berbohong, dikemudian hari dapat membuat dirinya selalu menghindar dari tanggung jawab dan jika hal tersebut terjadi berulang ulang dapat menimbulkan kecanduan berbohong.

Bagaimana jika kebiasaan berbohong justru dilakukan oleh orang tua, pasangan atau pejabat, apakah dapat dihilangkan?

Jawabannya sulit, karena sama seperti bentuk bentuk kecanduan lainnya, seseorang yang suka berbohong telah menjadikan “berbohong” sebagai tempat bersembunyi yang nyaman.

Terapi baru dapat dilakukan jika keinginan berubah benar benar datang dari dalam diri yang bersangkutan.

 

Sumber:

http://servoclinic.com

Advertisements

18 January 2011 Posted by | Lintas Informasi | | 1 Comment

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun menurut WHO

Faktor yang mempengaruhi kecelakaan

Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan, pertama adalah faktor manusia, kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor jalan. Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi, antara manusia dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Disamping itu masih ada faktor lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap kecelakaan.

Faktor manusia

Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu.

Faktor kendaraan

Faktor kendaraan yang paling sering terjadi adalah ban pecah, rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraan patah, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya. Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan, perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan.

Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler.

Faktor jalan

Faktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman didaerah pegunungan, ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai sepeda motor.

Faktor lingkungan

Hari hujan juga mempengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang, terutama didaerah pegunungan

 

Sumber:

http://darwis97.wordpress.com/2008/06/29/kecelakaan-lalu-lintas/

14 January 2011 Posted by | Lintas Informasi | | 7 Comments