Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air

Toren atau Tandon AirMacam-macam Toren atau Tandon Air

Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tandon sangat umum dipakai di perumahan. Fungsinya cukup vital sebagai cadangan air yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama bila terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena pemadaman listrik. Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena pompa air tidak sering start-stop dalam interval singkat saat berlangsung pemakaian air (lihat artikel “Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat? “).

Umumnya toren air dikontrol secara otomatis oleh suatu mekanisme pengaturan yang akan mengisi air bila volume air tinggal sedikit dan menghentikannya bila sudah penuh. Cukup merepotkan bila kontrol pengisian air dilakukan manual oleh penghuni rumah. Karena selain harus menunggu sekian lama sampai air mulai naik hingga keluar di keran air, juga air yang sudah penuh berpotensi terbuang disebabkan penghuni rumah lupa untuk mematikan pompa air.

Cara kerja mekanisme pengaturan level air ini cukup sederhana dan semoga bisa dipahami dengan mudah. Mari kita kupas mengenai sistem kontrol level otomatis ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama saat ada masalah dengan alat ini.

Model Pengaturan Level Air

Ada dua model kontrol level yang banyak digunakan. Yang pertama adalah menggunakan ball-floater dan yang kedua menggunakan level switch.

Model Bola PelampungKontrol Level Model Ball-Floater

Model ball-floater berbentuk bola pelampung yang mengatur buka-tutup air sesuai dengan level air dalam toren. Sistem ini murni mekanis. Saat level air dalam toren turun mencapai level low dari ball-floater, maka alat ini secara mekanis akan membuka aliran air untuk pengisian. Bila level air sudah mencapai level high dari ball-floater, maka aliran air akan ditutup secara mekanis juga. Jadi sistem kerjanya adalah keran yang bisa buka-tutup secara otomatis. Kelemahan model ini adalah mudah bocor pada bagian keran tersebut, karena dia juga harus bisa menahan tekanan air dalam pipa yang keluar dari mesin pompa air.

Model ball-floater tidak berhubungan langsung dengan mesin pompa air. Start-stop mesin pompa air terjadi karena faktor tekanan air dalam pipa yang sudah cukup tinggi disebabkan aliran air ditutup oleh keran ball-floater.

Level Control SwitchTangki Air dengan Level Control Switch

Sedangkan model Level Switch menggunakan kontak relay yang bersifat elektrik, dan ada juga yang menyebutnya liquid level relay. Nama yang lebih familiar di beberapa tempat untuk model ini adalah “Radar”. Sebetulnya ini adalah nama merk. Jadi seperti kita menyebut “Kodak” untuk kamera atau “Odol” untuk pasta gigi.

Hampir mirip dengan model ball-floater, hanya saja bola pelampungnya diganti dengan 2 buah “sinker” (pemberat) yang dipasang menggantung dalam satu tali. Kemudian sistem pengaturannya menggunakan kontak relay yang dihubungkan dengan mesin pompa air melalui kabel listrik. Saat level air di toren rendah maka mesin air akan start dan kemudian stop bila levelnya sudah tinggi, sesuai dengan setting posisi dari dua buah sinker tersebut. Sistem ini relatif lebih handal dalam menghindari kebocoran seperti pada model ball-floater, karena mesin pompa air bisa dimatikan secara langsung. Untuk lebih jelasnya mengenai model ini, silahkan dilanjut.

Cara kerja Level Control Switch

Level Control SwitchTangki Air dengan Level Control Switch

Seperti gambar ini, sistem level switch mempunyai cara kerja yang cukup sederhana. Saat air mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level low) maka dua pemberat (sinker) akan menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik switch yang ada pada switch body di bagian atas. Switch yang tertarik pemberat akan membuat kontak relay menjadi close dan arus listrik akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian start dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai level high.

Saat air mendekati level high, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka level switch akan kembali ke posisi awal (dengan bantuan pegas yang ada dalam switch body) sehingga kontak relay akan menjadi open dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air stop secara otomatis.

Batas level high dan level low dalam toren ini dapat di-setting sesuai keinginan, dengan mengatur ketinggian dari dua pemberat ini. Cukup dengan mengatur panjang talinya dan kemudian dikencangkan kembali ikatannya.

Jika setting level low-nya dinaikkan (pemberat bagian bawah posisnya lebih naik), maka volume air dalam toren akan masih tersisa banyak sesaat sebelum air diisikan kembali. Begitu pula jika setting level high-nya dinaikkan (dengan menaikkan lagi posisi pemberat bagian atas), maka volume air akan bisa mendekati maksimum kapasitas yang bisa ditampung dalam toren sesaat setelah mesin air dimatikan.

Hanya perlu diperhatikan, bila jarak antara kedua pemberat sangat pendek (sehingga jarak level low dan high berdekatan) maka akibatnya interval pengisian air akan lebih singkat sehingga mesin pompa air akan semakin sering start-stop. Apalagi jika toren yang digunakan memiliki kapasitas kecil, misalnya 250 liter. Ingat, start mesin pompa air akan menyerap daya listrik yang cukup besar. (lihat artikel : “Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?”). Karena itu setting pemberat ini lebih disesuaikan pada kebutuhan dengan pertimbangan aspek volume cadangan air dalam toren dan penghematan daya listrik.

Bagian-bagian Level Control Switch

Bagian Level Control SwitchBagian-bagian dari Level Control Switch

Gambar diatas diambil dari manual sheet Liquid Level Relay merk “Radar” (hanya sebagai contoh saja). Sedangkan pada umumnya untuk merk lain juga mempunyai bagian-bagian yang sama.

Bagian yang terpasang di sebelah dalam toren adalah dua buah sinker dan L shape bracket. Sedangkan switch body dan water proof cover dipasang pada bagian luar. Perlu diperhatikan pemasangan water proof cover ini harus benar-benar baik, karena letaknya yang ada dibagian luar akan terkena panas dan hujan (toren biasanya dipasang diluar), sedangkan di dalamnya terdapat terminal kabel listrik dari kontak relay.

Pada switch body, terdapat dua pasang terminal untuk kabel listrik yaitu terminal A1-A2 dan B1-B2. Dua pasang terminal ini merupakan dua macam kontak relay yang mempunyai fungsi berkebalikan. Untuk keperluan yang paling umum gunakan terminal A1-A2, karena fungsi ini yang sesuai dengan cara kerja level switch seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya. Selain itu pihak pabrik pembuat biasanya mempermudah konsumen dengan memberikan tanda dengan hanya memasang 2 buah baut saja pada terminal A1-A2.

Penjelasan mengenai dua pasang terminal ini adalah sebagai berikut :

Kontak Relay Level Control SwitchDua Macam Kontak Relay Level Control Switch

Pada saat air mencapai level low, maka dua pemberat tadi akan menarik level switch kearah bawah dan kontak relay A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak relay B1-B2 akan terputus. Karena itu listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan start.

Saat air mencapai level high, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan level switch akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak relay A1-A2 akan terputus dan sebaliknya kontak relay B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik akan terputus dan mesin pompa air akan mati.

Ini sifatnya nice to know saja, di dunia instrumentasi, kontak A1-A2 dinamakan Normally Open (NO) dan kontak B1-B2 dinamakan Normally Close (NC). Kalau mau lebih jelas bisa bertanya kepada bro Teknisi Instrument yang memang pakarnya mengenai kontak NO dan NC ini.

Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda semua dan silahkan beri masukan atau koreksi bila ada kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini.

Sumber

Advertisements

28 February 2012 Posted by | Trik & Tips | | 8 Comments

TIPS & TRIK MEMASANG KONBLOK

TIPS & TRIK MEMASANG KONBLOK

Di labur pasir agar tak goyah. Konblok tak hanya untuk trotoar. Ia cocok juga untuk lantai garasi atau selasar. Berikut kami sajikan cara mudah memasangnya.

Anda pun bisa memasang konblok untuk lantai garasi dan selaras dirumah. Prosesnya sederhana, tak perlu tukang berpengalaman. Yang penting, permukaan rata dan lurus.

Tentulah untuk membuatnya lurus kita perlu menghitung level ketinggiannya. Dasarnya pun perlu diratakan agar diperoleh permukaan yang datar dan rata. Setelah itu, pekerjaan pemasangan bisa dimulai. Prosesnya mirip memasang puzzle. Setelah selesai, tebarkan pasir sebagai pengikat. Beres.

Mau tahu uraikan lebih lengkap? Baca langkah-langkah berikut !!!

bahan dan alat

  • konblok tebal 6cm, pasir
  • Pisau gerinda, stamper plate (alat perata), waterpass, kaso (laveling).

langkah pengerjaan

  1. Periksa kelurusan permukaan lantai. Untuk mengeceknya, gunakan waterpass. Setelah rata, tentukan level atau tinggi konblok yang akan dipasang, misalnya 20cm dari permukaan tanah.
  2. Taburkan pasir kasar menutup permukaan tanah lantai carport. Pastikan ketinggian pasir sesuai dengan ketinggian level yang sudah di hitung tadi. lalu, ratakan pasir menggunakan kaso atau alat lainnya seperti papan yang memiliki permukaan rata.
  3. Pasangkan konblok secara merata. Mulailah dari bagian tepi kearah tengah. Arah pemasangan berlawanan dengan arah mengepel lantai. pasang konblok satu persatu. Pastikan kerataannya.
  4. Potonglah konblok jika dibutuhkan, misalnya pada bagian sudut dan tepi. Potong menggunakan alat potong atau gerinda. Sebaiknya, ukur dan beri tanda sebelum melakukan pemotongan.
  5. Padatkan konblok dengan menggunakan mesin perata lantai (stamper plate). Lakukan perlahan hingga konblok terpasang dan terikat. Isi nat dengan pasir halus, lalu diratakan ulang.

anda perlu tahu

  • Pastikan permukaan tanah tidak terdapat batu kerikil, paku, atau kawat yang dapat mengganggu daya rekat pasir dengan konblok. Cek dan cek ulang hingga permukaannya bersih.
  • Sebaiknya, gunakan pasir laut yang hitam pekat. Pasir laut memiliki daya rekat kuat. Cocok sebagai pengikat antar konblok.
  • Hati-hati dalam pekerjaan memotong konblok. sebaiknya gunsksn kaca mata dan sarung tangan agar serpihan tak melukai tubuh anda.

 sumber

28 February 2012 Posted by | Trik & Tips | | Leave a comment

Instalasi Microsoft Loopback Adapter untuk Digunakan pada Virtual PC

Instalasi Microsoft Loopback Adapter di sistem operasi Windows pada dasarnya sama saja dengan instalasi hardware baru. Pada Windows Vista caranya sebagai berikut:

Buka Control Panel lalu klik-ganda Add Hardware.

image

Kotak dialog Add Hardware Wizard akan tampil. Klik Next.

Pada kotak dialog berikutnya, pilih Install the hardware that I manually select from a list (Advanced). Lalu klik Next.

image

Pilih Network adapters. Klik Next.

image

Berikutnya akan tampil kotak dialog Select Network Adapter. Disini pilih Microsoft di kolom sebelah kiri lalu pilih Microsoft Loopback Adapter di kolom sebelah kanan.
Klik Next.

image

Wizard akan menampilkan informasi bahwa hardware siap untuk di install. Klik tombol Next.

image

Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai.

image

Klik tombol Finish untuk mengakhiri proses instalasi ini.

image

Cek hasil instalasi pada Network Connection. Disini telah ada penambahan satu buah koneksi baru, yaitu Microsoft Loopback Adapter.

image

Seting Microsoft Loopback Adapter pada Virtual PC

Setelah Microsoft Loopback Adapter terinstall pada komputer kita, berikutnya tinggal mengatur konfigurasi pada Virtual PC untuk menggunakan Loopback Adapter sebagai Network Adapter-nya. Caranya sebagai berikut.

Pada Virtual PC Console, klik tombol Settings.

image

Kotak dialog baru akan terbuka. Pilih Networking di kolom sebelah kiri, dan di kolom sebelah kanan pilih Microsoft Loopback Adapter. Akhiri dengan menekan tombol Ok.

image

Berikutnya tinggal hidupkan OS Virtual pada Virtual PC lalu atur konfigurasi jaringan seperti biasanya (IP, Subnet, Gateway, etc.), baik pada OS virtual maupun pada Loopback Adapter di komputer kita. Setelah itu tinggal cek koneksi jaringan virtual kita dengan menggunakan perintah ping.

Catatan:
Instalasi Microsoft Loopback Adapter pada sistem operasi Windows XP sama saja alias tidak berbeda jauh, mungkin hanya ada sedikit perbedaan pada wizard-nya saja.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.

sumber

28 February 2012 Posted by | Komputer | | 2 Comments

Mencetak report program DOS melalui sharing Printer

Meskipun jaman sudah sangat canggih, tapi tak dapat di pungkiri teknologi lama pun kerap masih melekat dan nyaman untuk digunakan di dunia IT. Contohnya adalah pemakaian program berbasis DOS  yang masih dipakai dunia perkantoran.

Maka jatah printer dot matrik lah untuk pekerjaan ini. Alangkah nyamannya bagi user jika computer terhubung langsung ke printer printer sendiri. Lantas masalah yang pernah di temukan pada  saat cetak lewat jaringan dengan nebeng pada printer orang, printer enggan mau kerja. Kami mencari solusinya kesana kemari, akan tetapi setelah ketak-ketik pada command prompt akhirnya kutemukan juga. Sederhana saja ternyata hanya dengan perintah:

NET USE LPT1: \\hostname-tujuan\nama-printer

dan sempat bingung juga untuk menonaktifkannya status perintah diatas pada saat mau ganti printer yang ada di computer yang lainnya lagi. Maka ketak-ketik lagi dan akhirnya ditemukan perintah:

NET USE LPT1: /delete

Sangat simple sehingga service ke printer sharing  dot matrik yang lama sudah tidak aktif. Untuk instalasi ke printer sharing yang baru cukup denga mengetikkan perintah pertama diatas.

sumber

 

28 February 2012 Posted by | Komputer | | 2 Comments