Saeful Base Camp

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

5 Penyebab dan Cara Cegah Kecelakaan saat Mengemudi

Sebagian besar kasus kecelakaaan di jalan raya lebih banyak disebabkan oleh keteledoran para pengemudi itu sendiri. Jadi, sebaiknya mulai sekarang Anda yang setiap hari selalu mengemudi kendaraan untuk bepergian lebih berhati-hati lagi.

Untuk menurunkan risiko Anda mengalami kecelakaan, berikut ini adalah lima hal yang harus Anda perhatikan saat mengemudikan mobil seperti dikutip dari Modern Mom.

 

1. Tertidur

US National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memperkirakan sekitar 100.000 kasus kecelakaan yang dilaporkan ke polisi setiap tahun, penyebab utamanya ialah pengemudi mengantuk atau kelelahan.

Tertidur sering disebut sebagai “silent killer” karena sering diabaikan sebagai penyebab banyak kecelakaan. Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kantuk ialah berhenti untuk sementara untuk istirahat, ganti pengemudi, atau istirahat cukup sebelum mengemudi.

Beberapa orang mencoba untuk memerangi kantuk saat mengemudi dengan membuka jendela atau menyalakan AC, mendengarkan radio, dan minum kafein. Tapi, menurut ahli, cara ini bisa bahaya karena konsentrasi mereka bisa teralihkan.

Jadi, sebaiknya tidurlah yang cukup, terutama malam sebelum melakukan perjalanan panjang. Ini merupakan satu-satunya cara untuk benar-benar mencegah kantuk.

2. Sambil melakukan banyak aktivitas

Semua perempuan, khususnya yang telah menjadi ibu rumah tangga, tentu pernah melakukan aktivitas ini saat mengemudi. Misalnya, memakai maskara saat berangkat ke kantor atau makan karena tidak ada waktu untuk berhenti.

Tahukah Anda, tindakan ini memang tampak tidak berbahaya. Tapi, ini sangat mengganggu dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Kalau Anda ingin melakukannya, sebaiknya menepi terlebih dulu. Lalu pakailah make-up Anda atau aktivitas lainnya yang ingin Anda lakukan.

3. Minum minuman beralkohol

Pengemudi yang minum alkohol berpotensi kecelakaan dibanding dengan mereka yang tidak minum. Minuman jenis ini dapat mengganggu fungsi visual dan konsentrasi Anda.

4. Menulis pesan singkat di ponsel

Ponsel memang memudahkan Anda untuk berkomunikasi di mana pun. Tapi, saat mengemudi, memakai ponsel bisa membahayakan keselamatan Anda di jalan.

Mengemudi memerlukan perhatian penuh. Membaca, menulis, dan mengirim teks merupakan aktivitas yang berbahaya jika dilakukan saat mengemudi.

Cara terbaik untuk menghindari godaan mengirim SMS ialah letakkan ponsel Anda dalam posisi diam atau lebih baik lagi letakkan di kursi belakang sehingga jauh dari jangkauan!

5. Emosional

Jangan emosi saat mengemudi di jalan raya. Sebab, saat emosional, pikiran Anda tidak akan terfokus di jalan. Ketika Anda kesal atau marah saat mengemudi, Anda bisa menjadi lebih agresif dan tidak takut bahaya. Jadi, sebaiknya luangkan waktu untuk beberapa saat guna menenangkan diri sebelum mengemudi.

Semoga bermanfaat ….

sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/188671-lima-cara-cegah-kecelakaan-saat-mengemudi

Advertisements

28 November 2010 Posted by | Otomotif | | Leave a comment

Tahukah Anda Sejarah Ditemukannya Ban dan Roda?

Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja gerak lingkaran.

Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM.

Pada mulanya kendaraan yang beroda belum bisa dibelok-belokkan. Tiap kali akan berbelok, seluruh roda beserta keretanya haus diangkat. Masalah ini lalu terpecahkan dengan ditemukannya poros untuk roda depan yang bisa membelokkan roda. Saat orang mulai menggunakan kereta perang, roda yang sudah berjeruji mulai dilengkapi ban, yang bentuknya masih amat sederhana: apakah dibalut kulit atau lapisan tembaga. Agar awet di jalanan jelek, roda diberi berpaku-paku atau jerujinya dibuat menembus pelek. Bahkan, para ahli teknik Romawi memodifikasi roda menjadi penggerak untuk irigasi.

Roda berangsur menjadi bagian dari budaya dan teknologi. Orang sadar, bahwa gerak mekanis bagi penciptaan apa pun, hanya bisa dilakukan dengan roda. Lompatan ilmu pengetahuan ini terjadi ketika manusia menemukan roda bergigi, yang mula pertama digunakan pada roda tenaga air. Kemudain pada abad I SM, gabungan roda dari berbagai ukuran dan masing-masing dihubungkan dengan tali. Inilah yang belakangan diketahui sebagai prinsip perpindahan beban, percepatan dan perlambatan putaran. Prinsip ini kemudian menjadi mekanisme dasar penciptaan jam.

Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda gerigi pemantik bom –  dan korek api.

Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula. Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd Dunlop.

Thomson, seorang insinyur Inggris, mengembangkan “ban mati” di sekeliling pelek kendaraan menjadi “ban hidup” alias berongga udara yang dipatenkan pada tahun 1845. Karya Thomson kemudian dikembangkan oleh “bapak ban” Dunlop, seorang dokter hewan asal Belfast, Irlandia. Jika Thomnson menggunakan kulit binatang sebagai bahan dasarnya, Dunlop menggantinya dengan karet. Penemuan yang dipatenkannya tahun 1870 itulah cikal-bakal roda kendaraan masa kini.

Tokoh lain pun menyusul. Charles Kingston Welch menemunakn “ban dalam” yang tidak langsung terkena permukaan tanah karena diberi lapisan tambahan. Sedangkan William Erskine Bartlett, menemukan  ban luar yang dilengkapi penguat pada tepinya, agar tidak mudah lepas ketika dipasang pada pelek.

Sejak itu, teknologi ban berkembang pesat. Perbaikan, baik dari segi teknik pembuatan maupun materi dasarnya, tumbuh dari waktu ke waktu. Sampai sekarang, ragam, macam dan jenis ban sangat beraneka. Jumlahnya tak kurang dari 3.500 macam. Baik ban luar yang mengharuskan pemakaian ban dalam, maupun jenis tubeless alias tanpa ban dalam.

24 May 2010 Posted by | Otomotif | | Leave a comment

Undangan Pernikahan Online Ku Untuk Para Blogger

Maha Suci Allah SWT yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan.
Ya Allah perkenankanlah pernikahan kami :

Desy Arisandi, Amd
Binti Syahril

&

Rd. Saeful Kamal Apandi, SE
Bin Rd. Husin Supadma

Mengikuti sunnah Rasul-Mu dalam membentuk rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Akad Nikah
Minggu, 28 Februari 2010
Pukul 08.00 WIB

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan pernikahan kami yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Tanggal : 28 Februari 2010

Pukul : 10.00 WIB – Selesai

Di Tambang Emas, Jl. Pulau Teratai Kec. Pamenang Selatan
Bangko – Jambi

Kehadiran merupakan silaturahmi, restu merupakan cinta kasih, dan keikhlasan adalah ketulusan hati, sehingga merupakan suatu kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/I berkenan hadir untuk memberikan doa restu

Atas kehadiran dan doa restunya kami haturkan terima kasih

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia,

Kel. Bpk. Syahril / Ibu Asni (Bangko – Jambi)
Kel. Bpk. Rd. Husin Supadma / Ibu. Yoyoh Aisyah. (Bandung – Jawa Barat)

25 February 2010 Posted by | All About Love, Berita Artis, Cuap-Cuap, Elektronik, Handphone, Humor, Komputer, Lintas Informasi, New Movie, Otomotif, Trik & Tips | , , | Leave a comment

Soal Kecelakaan, Kota Lebih Aman Ketimbang Desa

Liputan6.com, Dortmund: Mana yang lebih aman, lalu lintas di kota atau di desa? Mungkin sebagian orang menerka di desa lebih aman dari kecelakaan lalu lintas dibandingkan di kota yang lebih padat. Namun tak selamanya demikian. Sebuah riset justru menyimpulkan kecelakaan di desa lebih bahaya dan lebih parah daripada yang terjadi di kota.

Mengejutkan memang hasil riset terbaru Profesor Christian Holz-Rau bersama rekannya, Joachim Scheiner, dari Universitas Teknik Dortmund, Jerman. Mereka berdua mencoba menganalisis sejumlah data kecelakaan yang terjadi di wilayah Lower Saxony, Jerman. Hasilnya justru membalik perkiraan orang.

Kecelakaan di wilayah pedesaan, ternyata lebih tinggi dibanding perkotaan. Pertama, mereka menganalisis tingkat kecelakaan fatal antara dua wilayah tersebut. Ditemukan kecelakaan fatal yang terjadi desa lebih tinggi 40 persen dibandingkan dengan kecelakaan di kota.

Bahkan untuk wilayah pedesaan yang lebih jauh lagi tingkat kematian yang akibat lebih tinggi dua hingga tiga kali ketimbang di kota. Demikian pula dengan angka kecelakaan yang menimpa mereka yang berusia muda. Desa lebih unggul tiga hingga empat kali dibandingkan dengan kota.

Sekalipun diakui kota lebih banyak, musibah yang terjadi umumnya adalah kecelakaan ringan. Dengan demikian, jika dilihat dari aspek keamanan, kota masih lebih tinggi.

Sejumlah peneliti pun mencoba mencari penyebab tingginya angka kecelakaan di desa. Dengan berbekal data, peneliti menyimpulkan tingginya tingkat kecelakaan yang fatal di desa disebabkan sejumlah gaya hidup warga sebuah desa di Lower Saxony, wilayah barat daya Jerman.

Di desa tersebut, anak muda yang belum layak mengemudi, harus berkendara dengan menempuh jarak yang cukup jauh. Alhasil, risiko kecelakaan juga tinggi. Belum lagi kebiasaan buruk mengemudi sambil mengonsumsi minuman beralkohol yang kerap dilakukan warga desa.

Wajar bila kecelakaan fatal banyak terjadi desa. Padahal di kota, mereka yang ingin mengonsumsi minuman keras umumya lebih memilih jasa alat transportasi umum. “Banyak alasan pindah ke desa, namun jika dilihat dari keamanan lalu lintas lebih baik tinggal di kota bukan?” ujar Christian Holz-Rau, seperti dikutip Sciencedaily.(ANS)

13 September 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Lintas Informasi, Otomotif, Trik & Tips | , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Yamaha Fino’ Cuma Rp5 juta..!!

a4E5XGMrZwJAKARTA – Pengen punya motor skuter matik (skutik) Yamaha Fino tapi uang di dompet tidak cukup untuk memboyongnya secara Completely Built-up (CBU), mungkin Fino rasa Cina bisa jadi alternatif.

Skutik keluaran Wangye & Kenos ini benar-benar mirip dengan Yamaha Fino. Bahkan pabrikan yang berpusat di Guangdong,Cina tersebut juga menggunakan nama Fino.

Tapi soal harga, Fino Cina ini jauh lebih murah dibandingkan “original”nya. “Di Cina kita lepas dengan harga sekira Rp5 juta,” ujar American Marketing Manager PT Wangye & Kenos Makky Liu saat ditemui di pameran IndoAutomotive, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2009).

Bayangkan dengan harga Yamaha Fino yang harganya mencapai lebih dari Rp20 juta, atau lebih dari 4 kali lipatnya. Wow!

Fino China ini menggunakan engine 4 tak satu silinder berpendingin udara dengan kode 152QMI. Maksimum power yang didapat berada pada kisaran 5.2 kW dengan kecepatan maksimal yang dapat diraih yakni 80 km/jam.

Dengan dimensi panjang 1.860 mm, lebar 677 mm, dan tinggi 1.062 mm, skutik ini ditopang oleh ban berukuran 2.75-14 untuk depan dan belakang.

Meski belum resmi dipasarkan di Indonesia, , namun Liu yakin ketika tiba saatnya nanti untuk melebarkan sayap di Tanah Air, maka pihaknya akan mampu bersaing dengan pabrikan dari Jepang.

“Saat ini kita sedang mencari distributor agar bisa dipasarkan di Indonesia, saya pikir dengan harga yang elatif lebih murah, motor ini bisa diterima konsumen,” tutur Liu.

Bagaimana, tertarik? (uky)

30 August 2009 Posted by | Otomotif | , , , , , , , , | 2 Comments